
Berbicara tentang ilmu adalah salah satu hal yang sangat menarik untuk di dikaji dan simak, siapa yang tidak terharu bila mendengar kata-kata
ilmu, bahkan semua
orang berkeinginan cepat-cepat alim dan profesional, sehingga realita kita melihat, dengan ilmu hidup seseorang jadi megah, dengan ilmu hidup seseorang jadi terarah, bahkan dengan ilmu pula bisa juga membuat seseorang jadi binasa, dikarnakan ilmu tanpa hikmah dapat melahirkan manusia binatang, sehingga dari itu kita juga bisa melihat, betapa banyak hari ini berita dan fakta yang di posting di
media massa atau
media elektronik yang seharusnya tidak perlu terjadi pada diri orang yang berilmu tapi justru masalah inilah yang sering di
ulangi dan tidak pernah bisa menjadi pelajaran terhadap kasus-kasus yang sudah terjadi, jauh-jauh hari yang lalu ahmadrafiqi (beliau adalah seorang pujangga yang berdomisili
di mesir) pernah berkata: 'INNAMAL UMAMU AHKLAku MABAQIAT. FAIN HUMU ZAHABAT
AHKLAKUHUM ZAHABUU' suatu kaum akan abadi dan jaya bila budi ahklak masih ada pada mereka <suatu kaum akan hancur dan binasa bila budi pekerti telah tiada. Ternyata faktor ahklak inilah yang jadi nilai ukur dan barometer di mata masyarakat. Beberapa tahun yang lalu, di saat penulis masih menduduki bangku sekolah SMA kelas 1 saat itu, penulis pernah membaca tulisan-tulisan yang di
posting di serambinews,di situ penulis dapat menyimpulkan, bahwasanya manusia di tinjau dari segi ilmunya ada 4 bagian:
1) Orang
yang tau dan dia
tau bahwa dirinya itu orang yang tau maka dialah itu para alim ulama,maka dekatilah orang seperti ini, mereka adalah orang-orang pilihan Allah Swt, mereka adalah orang-orang yang
mengetahui hukum dan menjalankan sesuai dengan apa yang di perintahkannya,
di mata mereka sama saja antara siang dan malam, maka wajar dan sangat pantas untuk kita teritolir mereka, titah mereka tidak lain dan tidak bukan melainkan penerus estafet para ambia, mereka adalah para mercusuar islam yang bermata rantai dari generasike generasi, sehingga bila kita buka sajarah tentang keilmuan mereka, betapa dahsyatnya semangat jihat terhadap kejahilan mereka, namun mereka berniat agar ilmu yang di
milikinya akan berakar dan selalu bisa menjadi tempat rujukan bagi para generasi selanjutnya.
2) Orang
yang tau tapi dia tidak tau bahwa dirinya itu orang yang tau maka merekalah itu orang yang lalai,
berilah peringatan kepada mereka, hal seperti ini yang sering terjadi di kalangan kita, bukankah seseorang yang belilmu itu menjaga dan menjalankan terhadap apa yang telah diaketahui, menunjukkan dirinya sosok seorang yang berilmu di
hadapan publik,
sehingga masyarakat bisa menilai bahwa dia seorang pelajar, seorang cendikiawan, tapi justru hal yang sebaliknya yang sering terjadi, pada hal rasulullah telah memberikan iming-iming kepada kita melalui sabdanya: 'barang siapa yang
bertambah-tambah ilmunya tap itidak bertambah hidayahnya dari allah,maka ilmu yang dia miliki akan menjadi satu alat untuk menjauhkan dirinya dari Allah Swt', marilah kita melihat, betapa banyak orang yang
bercita-cita ingin menjadi seorang yang sukses, tapi akhirnya dia hilang arah, betapa banyak orang yang ingin menjadi sosok seorang yang brilliant
tapi malah jadi seorang tukang becak, lalu apa substansi dari semua ini, kita hanya bisa mengatakan ini adalah takdir Allah bagi saya, lalu penyesalan yang dia alami, padahal latar belakangnya, dia yang punyacita-cita setinggi langit, dan dia berusaha untuk merebut cita-citanya itu, namun dia hilang arah, hal ini disebabkan oleh kelalaian yang dia alami, padahal ulama sendiri telah menyusun satu kitap yang berjudul
"peringatan bagi
orang yang lalai'.
3)
Orang
yang tidak tau tapi dia
tau bahwa dirinya itu orang yang tidak tau maka merekalah itu para pelajar, berilah semangat kepada mereka, semangat jihat mereka terhadap ilmu yang berkobar-kobar ingin menghilangkan jahil yang telah mengakar dalam otak mereka, mereka ingin mempersembahkan kesuksesan mereka kepada dunia, maka berilah semangat kepada mereka, agar semua plan
mereka bisa tercapai dengan mudah, karena itu mereka adalah penerus generasi untuk dekade selanjutnya, pepatah inggris berkata: 'TO DAY IS YOUNG
TOMORROW ALEADER' hari ini seoprang pemuda besok bakal menjadi seorang peminpin, inilah harapan kita kepada palajar kita hari ini.
4) Orang
yang tidak tau dan dia tidak tau bahwa dirinya itu orang yang tidak tau
maka merekalah itu orang yang bodoh, jauilah
orang seperti ini,
kita sering
mempermasalahkan kata-kata 'bodoh' , kata ini tidak asing dari buah bibir kita selaku manusia, kepada siapakah tetilini layak untuk di katakan, nah,
zaman sekarang ini hampir setiap individu mengatakan semua orang yang tidak berilmu itu bodoh, bukankah begitu, meskipun dia sedang belajar untuk menghilangkan bodoh itu, tapi di sini penulis lebih condrong mengtakan titel bodoh tsb kepada orang-orang yang
bodoh dan dia tidak mengetahui bahwa dirinya itu orang yang bodoh, lalu kalau kita mengetahui bahwa kita ini bodoh, justru jalan keluar untuk menghilangkan bodoh itu adalah belajar, bukan sekedar belajar, tapi juga mengulang, dan setidaknya harus bisa kita hidangkan ilmu kita kepada orang lain, inilah konsep orang-orang yang
sukses, sehingga disamping kita nyelam kita juga bisa minum air, dalam arti kata ilmu kita tidak hanya untuk kebenaran diri sendiri tapi lebih dari itu kita juga ingin membenarkan orang lain, bahkan seorang ulama pernah berkata: ilmu yang kita miliki adalah apa yang bisa kita salirkan kepada orang lain,lalu bagaimana halnya dengan seseorang yang condrong menyenter kebodohan orang lain. Dia bodoh, kamu bodoh, mereka bodoh, hanya kata-kata ini
yang condrong dia ucapkan,
padahal dia sendiri lebih bodoh dari orang yang yang dia maksudkan, layakkah
orang seperti ini
untuk dikatakan bodoh?, maka dalam hal ini kita tidak perlu untuk mencari kebodohan orang lain,
lebih-lebih kita ini masih di anggap bodoh oleh orang, yang penting adalah, bagaimana titel bodoh yang kita miliki bisa kita tukar dengan titel sukses yang belum kita capai.
By : Sobat (Abdul Hamid M Djamil) & Penulis