Laman

Jumat, 08 Juni 2012

Mungkinkah 'Bahtera' di daratan?



'Matahari hendak kembali, burung pun berpulangan lewat tepian sungai yang dipenuhi rerumputan disekelilingnya.rumput-rumput terasa sesal dan enggan utk bangun kembali setelah di duduki dua pantat remaja setengah baya itu, sesekali aku melirik ke samping kanan serasa ada yang memanggilku rupanya hanya perasaanku saja karna terlalu konsen dgn pandanganku kepada dua tubuh mungil yang melekat erat sang pinah tebelah dua.

'Hai..kedipkan matamu', elus sobatku yang asyik dgn ponsel Nokiaku, 'itu'  jawabku spontan dengan nada tidak selembut mukaku. 'treett'  suara camera ponselku dgn lampunya membuat mataku berkedip seketika -- olah sobat. 'Kenapa dengan mereka??'  tanya sobatku dengan penuh dewasa, enggan aku tersenyum di sore itu karna kecapeaan dengan aktivitas seharian aku hanya menjawab 'apa yang kamu dambakan saat sakit?'  tanyaku kpd sobatku yang asyik foto-foto senja laut. 'yaa sembuhlah wakk' . -- aku tidak puas dengan jawabannya,aku tanya lagi 'Apa yang kau harapkan saat dalam perjalanan??' , ternyata pertanyaan ini membuat sobatku punya power mengejekku dikatakan sok ustad lhoo...., 'Seriuss ni gam...''  perasaan geram yang kian membakar sesekali melihat pantat di atas rumput jalan mini bahu sungai masih terbelah empat. 

'yaa selamat dan sampai juga dengan selamatlah Gamm.." . begitu juga dengan mereka wak, mereka juga remaja yang selalu mengiginkan keselamatan di dunia tapi kenapa berpelukan di tempat umum seperti ini. Dengan geram jari ini ku tunjuk muka kawanku "Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya" ,

Dengan kesel beraduk manis dia menepuk pundakku 'hebat kawan'. dengan santai aku memaniskan'itu sejak aku punya kawan terobosan pesantren macam kau'. hahahaaa

(SUNGGUH BAHTERA TAK AKAN PERNAH BERLAYAR DI DARATAN)

[Mufarrah : Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah]

Tidak ada komentar: