
'Matahari hendak kembali, burung pun berpulangan lewat
tepian sungai yang dipenuhi rerumputan disekelilingnya.rumput-rumput terasa
sesal dan enggan utk bangun kembali setelah di duduki dua pantat remaja
setengah baya itu, sesekali aku melirik ke samping kanan serasa ada yang
memanggilku rupanya hanya perasaanku saja karna terlalu konsen dgn pandanganku
kepada dua tubuh mungil yang melekat erat sang pinah tebelah dua.
'Hai..kedipkan matamu', elus sobatku yang asyik dgn ponsel
Nokiaku, 'itu'
jawabku spontan dengan nada tidak selembut mukaku. 'treett' suara camera ponselku dgn lampunya membuat
mataku berkedip seketika -- olah sobat. 'Kenapa dengan
mereka??' tanya sobatku dengan penuh dewasa, enggan aku
tersenyum di sore itu karna kecapeaan dengan aktivitas seharian aku hanya
menjawab 'apa yang kamu
dambakan saat sakit?' tanyaku kpd sobatku yang asyik
foto-foto senja laut. 'yaa sembuhlah
wakk' . -- aku tidak puas dengan jawabannya,aku tanya lagi 'Apa yang kau harapkan saat dalam perjalanan??' , ternyata pertanyaan ini membuat
sobatku punya power mengejekku dikatakan sok ustad lhoo...., 'Seriuss ni gam...'' perasaan geram yang kian
membakar sesekali melihat pantat di atas rumput jalan mini bahu sungai masih
terbelah empat.
'yaa selamat dan sampai juga dengan selamatlah
Gamm.." . begitu juga dengan mereka wak, mereka juga remaja yang
selalu mengiginkan keselamatan di dunia tapi kenapa berpelukan di tempat umum
seperti ini. Dengan geram jari ini ku tunjuk muka kawanku "Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya" ,
Dengan kesel beraduk manis dia
menepuk pundakku 'hebat kawan'. dengan santai aku memaniskan'itu sejak aku
punya kawan terobosan pesantren macam kau'. hahahaaa
(SUNGGUH BAHTERA TAK AKAN PERNAH BERLAYAR DI DARATAN)
[Mufarrah : Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar