"Salah satu potret dari
media
online atjehlink.com
yang memuat berita 'Tarif
Parkir Tak Sesuia Qanun'
pada Jum'at, 15 Juni 2012."
Beberapa malam lalu saya bergegas membeli sebungkus
nasi yang terkesan enak di kalangan Mahasiswa walaupun harganya selembar uang
merah, tapi banyak mahasiswa rela antri demi mendapatkan sebungkus nasi goreng
jawa itu dengan dadarnya yang khas rasanya.Ini malam kesekian saya singgah di
rak nasi simpang Prada Utama yang juga pusat perdagangan
kampung prada, setiap saya singgah untuk beli makanan pasti ada seorang lelaki
berombi biru sesekali juga warna khas aneuk teknik (orange), pernah satu malam
saya kesel saat melihat rompi biru dari kejauhan yang sedang menunggu uang seribu
dari pamilik motor yang ingin keluar arena, saya pun dengan cepat balik arah ke
rak nasi yang lain karna mengingat uang biru selembar harus dikeluarkan
nantinya.
Belum
jauh berlalu, malam kemaren saya kembali membeli nasi di prada sembari melihat Situasi,
Kondisi dan Toleransi, rupanya belum juga memberikan sebuah pandangan dan
kehadiran yang lega sesampai disana. Terpaksa saya parkir, walau hanya 4 menit
menunggu nasi di goreng tapi tukang parkir tetap minta uang, padahal kereta pas
di samping tumit saya parkirkan. Dari pojok sana lelaki setengah baya itu
menghampiri saya, sengaja menunggu untuk saya tantang si tua ini. empat menit
bang 'bantah saya', saya hanya bawa uang merah selembar cuma
cukop untuk nasi (sedikit bohong). Dia menjawab 'ini parkir dek', karna
terpaksa saya kasihlah selembar. Harapan kami dari mahasiswa untuk ke depan
Pemerintah kota lebih memperhatikan kondisi parkir di Banda Aceh dan jelas
berapa uang parkir sesuai peraturan Pemkot Rp. 500 rupiah.
Lebih
lagi di Darussalam (Kompelma; kawasan Kampus UNSYIAH) yang kota pusat
hidupnya mahasiswa, biaya parkir lebih mahal dari foto copy, foto copy 5 lembar
Rp. 650 rupiah tambah parkir 1000. ini sangat memberatkan bagi kalangan
mahasiswa.
Saya
rasa masih banyak dikalangan kita yang ingin memberi masukan tentang Parkir di
wajah Kota Banda Aceh, semoga Pemerintah kota ke depan bisa memperhatikan hal
ini, dan perubahanlah yang kita harapkan.
Juni 2012
Penulis:
Mufarrah
Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar