Laman

Selasa, 26 Juni 2012

Teknik Sipil Unsyiah Gelar Seminar Pilih Bidang



Banda Aceh - Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Unsyiah mengelar seminar pemilihan bidang Senin (25/6/2012), dengan tema “Tentukan Bidang Sesuai Kemampuanmu, Agar masa kuliahmu tidak sia-sia” di Balai Kerukon Fakultas Teknik Unsyiah, Darussalam.
Seminar pemilihan bidang ini merupakan salah satu program HMS yang digelar setiap tahun untuk mahasiswa-mahasiswa Teknik Sipil yang akan mengambil bidang pada semester 7 (tujuh), tujuannya “untuk persiapan mahasiswa sipil dan mengerti yang menyangkut dengan bidang-bidang dipilih saat semester tujuh” jelas Ketua Panitia Rifki Zil Ikram.
Adapun Bidang-bidang yang dibuka oleh Teknik Sipil Unsyiah ada Bidang Struktur, bidang Transportasi, bidang Hidroteknik, bidang Geoteknik, bidang Manajemen Rekayasa Konstruksi (MRK)
Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Unsyiah Dr. Azmeri, ST.MT dalam sambutanya “Teknik Sipil Unsyiah ada 5 (lima) bidang, dibimbing oleh dosen-dosen yang berkompeten”.
Seminar yang di isi oleh 5 (lima) dosen sekaligus Ketua Bidang masing-masing yang ada di Teknik Sipil Unsyiah di ikuti mayoritas besar dari mahasiswa yang akan melanjutkan semester tujuh. (mfr-spontannews.com)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Teknik Unsyiah di Lantik

  

Banda Aceh - Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat Fakultas Teknik Unsyiah, sabtu (23/6) di kukuhkan oleh Ketua Umum HMI Cabang Kota Banda Aceh, di kantor HMI Cabang Aula Insan Cita kota Banda Aceh.
Dalam kata sambutannya Ketua Umum HMI komisariat Teknik Mufarrah mengatakan ‘’dalam kepengurusan periode 2012-2013 ini ada beberapa program ilmiah yang kita programkan demi untuk membantu kader-kader HMI dalam akademis’’.
Program-program ini direncanakan untuk meningkatkan daya tarik mahasiswa dalam berorganisasi, karena selama ini mahasiswa hanya berpikir berorganisasi seolah melambatkan selesainya kuliah.
Mufarrah juga menambahkan, melalui kepengurusan baru ini akan ada perubahan dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan perkembangan tekhnologi sekarang, untuk menarik mahasiswa dalam berorganisasi. (spontannews.com)

Jumat, 15 Juni 2012

Banda Aceh, Kota Wisata Parkir



"Salah satu potret dari 
media online atjehlink.com
yang memuat berita 'Tarif Parkir Tak Sesuia Qanun'       
pada Jum'at, 15 Juni 2012."



Beberapa malam lalu saya bergegas membeli sebungkus nasi yang terkesan enak di kalangan Mahasiswa walaupun harganya selembar uang merah, tapi banyak mahasiswa rela antri demi mendapatkan sebungkus nasi goreng jawa itu dengan dadarnya yang khas rasanya.Ini malam kesekian saya singgah di rak nasi simpang Prada Utama yang juga pusat perdagangan kampung prada, setiap saya singgah untuk beli makanan pasti ada seorang lelaki berombi biru sesekali juga warna khas aneuk teknik (orange), pernah satu malam saya kesel saat melihat rompi biru dari kejauhan yang sedang menunggu uang seribu dari pamilik motor yang ingin keluar arena, saya pun dengan cepat balik arah ke rak nasi yang lain karna mengingat uang biru selembar harus dikeluarkan nantinya.

Belum jauh berlalu, malam kemaren saya kembali membeli nasi di prada sembari melihat Situasi, Kondisi dan Toleransi, rupanya belum juga memberikan sebuah pandangan dan kehadiran yang lega sesampai disana. Terpaksa saya parkir, walau hanya 4 menit menunggu nasi di goreng tapi tukang parkir tetap minta uang, padahal kereta pas di samping tumit saya parkirkan. Dari pojok sana lelaki setengah baya itu menghampiri saya, sengaja menunggu untuk saya tantang si tua ini. empat menit bang 'bantah saya', saya hanya bawa uang merah selembar cuma cukop untuk nasi (sedikit bohong). Dia menjawab 'ini parkir dek'karna terpaksa saya kasihlah selembar. Harapan kami dari mahasiswa untuk ke depan Pemerintah kota lebih memperhatikan kondisi parkir di Banda Aceh dan jelas berapa uang parkir sesuai peraturan Pemkot Rp. 500 rupiah.

Lebih lagi di Darussalam (Kompelma; kawasan Kampus UNSYIAH)  yang kota pusat hidupnya mahasiswa, biaya parkir lebih mahal dari foto copy, foto copy 5 lembar Rp. 650 rupiah tambah parkir 1000. ini sangat memberatkan bagi kalangan mahasiswa.

Saya rasa masih banyak dikalangan kita yang ingin memberi masukan tentang Parkir di wajah Kota Banda Aceh, semoga Pemerintah kota ke depan bisa memperhatikan hal ini, dan perubahanlah yang kita harapkan.

Juni 2012 

Penulis:
Mufarrah
Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah

Jumat, 08 Juni 2012

Mungkinkah 'Bahtera' di daratan?



'Matahari hendak kembali, burung pun berpulangan lewat tepian sungai yang dipenuhi rerumputan disekelilingnya.rumput-rumput terasa sesal dan enggan utk bangun kembali setelah di duduki dua pantat remaja setengah baya itu, sesekali aku melirik ke samping kanan serasa ada yang memanggilku rupanya hanya perasaanku saja karna terlalu konsen dgn pandanganku kepada dua tubuh mungil yang melekat erat sang pinah tebelah dua.

'Hai..kedipkan matamu', elus sobatku yang asyik dgn ponsel Nokiaku, 'itu'  jawabku spontan dengan nada tidak selembut mukaku. 'treett'  suara camera ponselku dgn lampunya membuat mataku berkedip seketika -- olah sobat. 'Kenapa dengan mereka??'  tanya sobatku dengan penuh dewasa, enggan aku tersenyum di sore itu karna kecapeaan dengan aktivitas seharian aku hanya menjawab 'apa yang kamu dambakan saat sakit?'  tanyaku kpd sobatku yang asyik foto-foto senja laut. 'yaa sembuhlah wakk' . -- aku tidak puas dengan jawabannya,aku tanya lagi 'Apa yang kau harapkan saat dalam perjalanan??' , ternyata pertanyaan ini membuat sobatku punya power mengejekku dikatakan sok ustad lhoo...., 'Seriuss ni gam...''  perasaan geram yang kian membakar sesekali melihat pantat di atas rumput jalan mini bahu sungai masih terbelah empat. 

'yaa selamat dan sampai juga dengan selamatlah Gamm.." . begitu juga dengan mereka wak, mereka juga remaja yang selalu mengiginkan keselamatan di dunia tapi kenapa berpelukan di tempat umum seperti ini. Dengan geram jari ini ku tunjuk muka kawanku "Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya" ,

Dengan kesel beraduk manis dia menepuk pundakku 'hebat kawan'. dengan santai aku memaniskan'itu sejak aku punya kawan terobosan pesantren macam kau'. hahahaaa

(SUNGGUH BAHTERA TAK AKAN PERNAH BERLAYAR DI DARATAN)

[Mufarrah : Mahasiswa Teknik Sipil Unsyiah]